Kamis, 26 Februari 2015

Sejarah Berdirinya Chelsea Fc

Chelsea Fans Area │ Chelsea Fans Club │ Fans Chelsea │ Obrolan Chelsea │ Obrolan Hangat Chelsea │ Chelsea Fans Forums │ Chelsea football club │ Fans Online Chelsea Shirts │ Chelsea Supporters

Chelsea Football Club adalah sebuah klub sepak bola Inggris yang bermarkas di Fulham, London. Chelsea didirikan pada tahun 1905 dan kini berkompetisi di Liga Utama Inggris.


Awal Sejarah

Pada tahun 1904 H.A. Mears mengakuisi stadion atletik Stamford Bridge dengan tujuan mengubah menjadi stadion sepak bola. Ia kemudian merencanakan pendirian sebuah klub sepak bola baru setelah tawaran yang diberikan kepada Fulham untuk menggunakan stadion tersebut ditolak.

Mengingat telah ada sebuah klub bernama Fulham, nama Chelsea yang merupakan sebuah kota kecil yang berdekatan dengan stadion dipilih sebagai nama klub baru tersebut. Nama-nama lain seperti Kensington FC, Stamford Bridge FC dan London FC sempat dipertimbangkan untuk dipilih.

Chelsea didirikan pada 10 Maret 1905 di sebuah pub The Rising Sun (kini restoran The Butcher's Hook)dan pertama kali bermain pada kompetisi Football League.

John Robertson seorang pemain timnas Skotlandia berusia 28 tahun saat itu dipilih merangkap jabatan pemain-manajer pertama Chelsea.

Sejumlah pemain direkrut dari berbagai klub untuk memperkuat tim, seperti penjaga gawang William "Fatty" Foulke dari Sheffield United, Jimmy Windridge dan Bob McRoberts dari Small Heath, dan Frank Pearson dari Manchester City.

Pertandingan pertama mereka terjadi pada 2 September 1905, sebuah laga tandang menghadapi Stockport County. Chelsea kalah dengan skor 0–1.Sedangkan pertandingan kandang pertama mereka adalah sebuah kemenangan 4–0 pada laga persahabatan menghadapi Liverpool. Robertson juga merupakan pencetak gol pertama Chelsea pada laga kompetitif saat kemenangan 1–0 atas Blackpool.

 Stamford Bridge tahun 1905

Chelsea mengalami sejumlah promosi-degragasi pada Divisi Satu dan Divisi Dua Liga Inggris setelah berhasil meraih promosi ke Divisi Satu pada musim kedua mereka. Pencapaian terbaik mereka pada tahun-tahun awal adalah berhasil melaju hingga ke babak final Piala FA 1915 namun dikalahkan Sheffield United di Old Trafford dan saat mengakhiri Divisi Satu pada posisi tiga klasemen akhir tahun 1920.

Chelsea memiliki reputasi mendatangkan pemain-pemain terkenal dan jumlah penonton yang besar, tapi kesuksesan masih belum menghampiri mereka pada masa-masa Perang Dunia I dan II.

Mantan penyerang Arsenal dan Inggris Ted Drake menjadi manajer pada tahun 1952. Drake mulai memodernisasi klub baik di dalam dan di luar lapangan. Ia mengganti logo Chelsea pensioner, meningkatkan sistem pelatihan dan pembinaan tim usia muda, dan memperkuat kedalaman tim dengan kelihaian mendatangkan sejumlah pemain dari divisi-divisi bawah dan liga-liga amatir hingga berhasil membawa Chelsea meraih trofi juara pertama mereka, gelar juara Divisi Satu Liga Inggris 1954–55.

Pada musim berikut, UEFA mengadakan kejuaraan antar klub juara liga di Eropa, Piala Champions, namun ketidak setujuan otoritas Liga Sepak Bola Inggris dan FA membuat Chelsea menarik diri dari kejuaraan tersebut sebelum dimulai.Chelsea gagal melanjutkan kesuksesan tersebut dan hanya menjadi penghuni papan tengah klasemen liga pada dekade 1950an. Drake dipecat pada tahun 1961 dan digantikan oleh Tommy Docherty yang merangkap jabatan pemain-manajer.

Chelsea kembali menjadi juara Liga Utama Inggris 50 tahun kemudian, yaitu pada tahun 2005, pada masa jabatan manajer Jose Mourinho (2004 - 2007), yang saat itu mendapat dukungan penuh dari pemilik miliuner minyak berkebangsaan Rusia, Roman Abramovich.

Pada tahun yang sama (2005), Chelsea juga menjuarai Piala Carling dengan mengalahkan Liverpool. Selanjutnya pada tahun 2006, Chelsea kembali berhasil menjuarai Liga Utama Inggris. Dan pada tahun 2007, Chelsea juga kembali berhasil menjuarai Piala Carling setelah mengalahkan Arsenal 2-1 dan menjadi juara Piala FA setelah mengalahkan Manchester United 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.

Tapi karena beberapa penampilan yang buruk pada awal kompetisi 2007/2008 ditambah dengan ketidak sesuaian dengan sang pemilik, akhirnya Jose Mourinho mengundurkan diri dari jabatan manager, dan kemudian digantikan oleh Avram Grant mantan manajer tim nasional Israel.

Diawal masa kepelatihan Grant, banyak kalangan yang memandangnya sebelah mata. Meski demikian, Avram Grant mampu membawa Chelsea menjadi treble runner-up yaitu di ajang Piala Carling sebelum dikalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-1.

Disusul menjadi runner-up Liga Utama Inggris dibawah Manchester United dan menjadi runner-up di ajang Liga Champions setelah kalah adu penalti 6-5 dari Manchester United. Namun prestasi tersebut dianggap tidak cukup baik sehingga Grant terpaksa dipecat di akhir musim.

Pada akhir Januari 2009, Avram Grant digantikan oleh pelatih asal Brasil, Luiz Felipe Scolari. Namun, Scolari juga tidak mampu memberikan prestasi yang memuaskan. Sehingga pada akhir April 2009 mengalami nasib yang sama dengan Grant. Posisi kosong manajer Chelsea kemudian diisi oleh pelatih Rusia saat itu, Guus Hiddink, sampai akhir musim 2008–09. Pada akhir bulan Mei, sebelum meninggalkan Chelsea, Guus Hiddink memberikan kenangan manis dengan membawa gelar Piala FA kelima Chelsea.

Diawal musim kompetisi 2009–10, Chelsea mengumumkan Carlo Ancelotti sebagai manajer baru, dengan masa kontrak selama 3 musim. Ancelotti langsung memberikan gelar dengan membawa Chelsea menjuarai Community Shield 2009 setelah mengalahkan Manchester United dalam adu penalti.

Kemenangan dalam adu penalti tersebut merupakan pertama kalinya bagi Chelsea sejak 1998, saat Chelsea menghadapi Ipswich Town di Piala Liga. Pada akhir musim, Chelsea berhasil menjuarai Liga Utama Inggris dan Piala FA, yang merupakan pencapaian pertama dalam sejarah Chelsea.

Chelsea juga menjadi klub ketujuh yang berhasil mendapat rekor mengawinkan gelar Double winner tersebut. Striker Chelsea, Didier Drogba berhasil mendapatkan Golden Boot sebagai Pencetak Gol Terbanyak dengan torehan 29 gol. Pada pertandingan terakhir liga pada 9 Mei 2010, Chelsea mempermalukan Wigan dengan skor telak 8–0 dengan Drogba mencetak 3 gol.

Chelsea juga mencetak rekor menang mutlak 100% terhadap semua tim empat besar EPL (Manchester United, Liverpool, dan Arsenal). Pada musim keduanya, Ancelotti dipecat Chelsea pada Mei 2011 setelah kekalahan 1-0 dari Everton di pertandingan terakhir musim 2010–11.

Pada awal musim 2011–12, André Villas-Boas ditunjuk sebagai pelatih Chelsea.Setelah sejumlah hasil buruk yang dialami Chelsea, Villas-Boas dipecat pada bulan Maret 2012. Asistennya, Roberto Di Matteo yang merupakan mantan pemain Chelsea kemudian ditunjuk sebagai pelatih utama ad interim.

Dibawah arahan Di Matteo Chelsea menunjukkan hasil impresif dengan berhasil meraih gelar juara Piala FA untuk ketujuh kalinya dan Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya dalam sejarah klub–yang sekaligus menjadi klub London pertama yang meraih gelar tersebut.
Read More ->>

Suarez Sebut Messi dan Neymar Sebagai Monster




Suarez Sebut Messi dan Neymar Sebagai Monster

Luis Suarez, Neymar, dan Lionel Messi. 
REPUBLIKA.CO.ID, BARCELONA -- Bomber Barcelona, Luis Suarez, mengaku tidak khawatir jika dirinya tidak mencetak gol dalam setiap pertandingan.

Ia berdalih saat ini di dalam timnya sudah ada pemain yang bertugas untuk membobol gawang lawan, yakni Lionel Messi dan Neymar. Suarez justru merasa khawatir ketika ia bermain tidak secara maksimal.

"Saya punya dua 'monster' di samping saya, yang mencetak banyak gol. Saya tak terobsesi untuk selalu mencetak gol tiap laga karena saya tahu gol akan datang pada akhirnya," ujar Suarez kepada Marca, dikutip Inside Spanish Football, Selasa (24/2).

Suarez menilai permainan Barca luar biasa. Menurut dia, rekan-rekannya itu telah bermain secara alami, tanpa memperhitungkan level pertandingan seperti apa. "Itu sebabnya saya merasa senang bisa berada di tim ini bersama Messi, Neymar, Iniesta, Pique, dan Mascherano," tutur dia.

Selain menikmati saat bermain di lapangan, Suarez juga menikmati kota Barcelona. Kata dia, kota tersebut indah dan orangnya ramah-ramah. Walaupun prestasi Barca yang sudah sedemikian besarnya, tapi masyarakat di sana, lanjut Suarez, tidak menunjukan mereka memiliki fanatisme yang besar.

Selain itu, menurut Suarez, mereka menghormati kehidupan para pemain sepak bola saat berperan sebagai orang biasa. Kondisi itu membuat Suarez merasa nyaman karena bisa menikmati waktunya bersama keluarga layaknya warga pada umumnya. "Kami sudah banyak bertemu dengan orang Uruguay, itu membuat saya seperti berada di rumah sendiri," ujar dia. 
Read More ->>

sean garnier

Sean Garnier

null 

About Sean

null
Most people can kick a football, some can do a kick-up or two but Sean Garnier can make a football dance. In 2008, he was crowned world champion at the inaugural Red Bull Street Style World Finals in Sao Paulo, Brazil, the spiritual home of freestyle. Garnier’s style is more than ball tricks – he combined music, breakdance and basketball in his winning routine to overcome top Japanese freestyler Yosuke Yokota in the final. Yokota’s trademark somersaults were not enough to wow the panel of judges which included Netherlands international and European Cup winner Edgar Davids. In the end,  Garnier emerged triumphant from a field whittled down from the winners of 138 qualification tournaments held in 44 countries. And as the world champion, he’s now a marked man.
Read More ->>

Daftar 20 Timnas Terbaik Dunia FIFA 2013

Tim dari negara-negara anggota FIFA diberi peringkat berdasarkan hasil pertandingan mereka, dengan tim yang paling sukses akan memperoleh peringkat tertinggi.
Spanyol duduki posisi teratas Daftar 20 Timnas Terbaik Dunia FIFA 2013./ Foto: IstimewaSpanyol duduki posisi teratas Daftar 20 Timnas Terbaik Dunia FIFA 2013./ Foto: IstimewaFIFA World Ranking atau Peringkat Dunia FIFA adalah sistem peringkat dunia untuk tim nasional (timnas) pria pada olahraga sepakbola, yang tahun ini dipimpin oleh Spanyol.
Tim dari negara-negara anggota FIFA (Fédération Internationale de Football Association – badan sepakbola dunia), diberi peringkat berdasarkan hasil pertandingan mereka, dengan tim yang paling sukses akan memperoleh peringkat tertinggi. Sistem peringkat timnas terbaik ini diperkenalkan pada Desember 1992, dan tujuh tim (Argentina, Brazil, Prancis, Jerman, Italia, Belanda dan Spanyol) telah bergantian memegang posisi teratas, dimana Brazil memegang rekor terlama di posisi teratas Daftar 20 Timnas Terbaik Dunia FIFA.
Sebuah sistem poin digunakan, dengan poin yang diberikan berdasarkan hasil dari semua pertandingan internasional yang diakui FIFA. Dengan sistem yang ada, peringkat suatu timnas didasarkan pada kinerja tim selama empat tahun terakhir, dengan hasil yang lebih baru dan lebih signifikan, yang akan membantu mencerminkan keadaan timnas suatu negara pada saat ini.
Timnas Inggris berada di posisi tujuh peringkat tim nasional terbaik FIFA 2013./ Foto: IstimewaTimnas Inggris berada di posisi tujuh peringkat tim nasional terbaik FIFA 2013./ Foto: IstimewaSistem ranking ini terakhir dirubah setelah Piala Dunia 2006, dengan edisi pertama dari daftar peringkat diterbitkan pada 12 Juli 2006. Perubahan yang paling signifikan adalah bahwa tatacara penentuan peringkat kini didasarkan pada hasil dari periode empat tahun sebelumnya, dan bukannya dari delapan tahun seperti yang berlaku sebelumnya.
Perubahan ini diambil untuk menanggapi kritik dalam tatacara penentuan peringkat dunia FIFA, berdasarkan metode perhitungan yang digunakan mulai Januari 1999 hingga Juni 2006, yang dianggap kurang efektif mencerminkan kekuatan terkini dari suatu timnas.
Nah, berikut Daftar 20 Timnas Terbaik Dunia FIFA 2013, yang dirilis tanggal 25 Mei 2013 lalu, berdasarkan urutan Ranking, Timnas dan Poin:

1. Spanyol (1538)
2. Jerman (1428)
3. Argentina (1296)
4. Kroasia (1191)
5. Portugal (1163)
6. Kolombia (1154)
7. Inggris (1135)
8. Italia (1117)
9. Belanda (1093)
10. Ekuador (1058)
11. Rusia (1052)
12. Pantai Gading (1008)
13. Yunani (986)
14. Swiss (967)
15. Belgia (953)
16. Meksiko (945)
17. Uruguay (932)
18. Prancis (914)
19. Brazil (902)
20. Denmark (900). **MS
Read More ->>

Berikut 10 klub terbaik di dunia versi FIFA seperti dilansir PurelyFootball:

10. Arsenal (10.130 poin FIFA)



Mungkin nama klub ini sedikit kejutan tapi jangan lupa bahwa mereka memasuki 2014 sebagai pemimpin liga dan tinggal di sana sampai Februari. Tim  besutan Arsene Wenger ini memenangkan Piala FA bulan Mei dan memenangkan beberapa pertandingan penting Liga Champions. Klub Ibu Kota saat ini peringkat 10 dalam peringkat FIFA Club dan mencapai total 64 poin pada 2014.

9. Sevilla (10.462 poin FIFA)



Paket kejutan musim lalu La Liga terus sukses mereka ke dalam paruh pertama musim ini. Akan tetapi keberhasilan terbesar mereka memenangkan final Liga Europa pada bulan Mei, dengan memenangkan pertandingan adu penalti, yang menjadikan kemenangan ketiga Sevilla dalam sejarah mereka. Tim besutan Ramon Sanchez ini berhasil mengumpulkan 67 poin liga.

8. PSG (10.589 poin FIFA)



PSG kembali mendominasi sepak bola Perancis pada tahun 2014 setelah memenangkan Ligue 1, Piala Liga dan gelar Trophee de Champions musim lalu. Tim Laurent Blanc secara keseluruhan telah mencapai 86 poin dalam peringkat FIFA.

7. Chelsea (11.039 poin FIFA)



Berkat performa impresif, tim besutan Jose Mourinho itu sukses memuncaki klasemen sementara Premier League hingga pertengahan musim ini. Sejak Januari mereka telah mengambil 81 poin peringkat FIFA.

6. Juventus (11.143 poin FIFA)



Si Nyonya Tua sejak tahun lalu terus mendominasi Serie A Liga Italia. Sejauh ini Juventus menjadi klub Italia paling sukses pada tahun 2014.

5. Benfica (11.177 poin FIFA)



Benfica memenangkan treble bersejarah di Portugal tahun ini mengambil liga, Taca de Portugal dan Taca da Liga pada musim lalu. Apalagi kini mereka sukses bertengger di puncak Primeira Liga hingga Natal membawa mereka mendapatkan 78 poin di 2014.

4. Barcelona (14.422 poin FIFA)



Meskipun tim besutan Luis Enrique ini memiliki tahun yang buruk dengan standar mereka. Namun masih menjadi tim terbaik keempat di dunia selama 12 bulan terakhir dengan penghitungan poin liga untuk tahun sebesar 78 poin.

3. Atletico Madrid (14.705 poin FIFA)



Tahun 2014 merupakan tahun yang belum pernah terjadi sebelumnya setelah mencapai keberhasilan memenangkan gelar liga pertama mereka dalam lebih dari dua dekade, dan berhasil melaju hingga final Liga Champions musim lalu, yang membuat tim besutan Diego Simeone mengumpulkan 81 poin.

2. Bayern Muenchen (14.813 poin FIFA)



Bayern Muenchen terus mendominasi sepakbola Jerman dalam beberapa musim dengan sejumlah gelar, yang membuat mereka menjadi klub terbaik kedua di dunia.

1. Real Madrid (20.082 poin FIFA)



Tidak dipungkiri klub raksasa Spanyol ini merupakan tim terbaik di dunia setelah menyabet Liga Champions dan Copa Del Rey di musim lalu. Apalagi kini tim besutan Carlo Ancelotti ini tak pernah terkalahkan hingga kembali meraih gelar Piala Dunia Antarklub. (AH)
Read More ->>

Senin, 16 Februari 2015

Ini 15 Nominator Gelandang Terbaik Dunia





Tim Terbaik Versi FIFA




Suara.com - Asosiasi Pesepak Bola Dunia (FIFPro) mengumumkan nama 15 gelandang yang menjadi nominator FIFA FIFPro World XI 2014. Lima belas gelandang ini berpeluang mengisi FIFA FIFPro World XI 2014 yang terdiri dari satu kiper, empat bek, tiga gelandang dan tiga striker.


Seperti dilansir situs resmi FIFA, raksasa Spanyol dan raksasa Italia Juventus menjadi penyumbang terbanyak untuk posisi gelandang dengan masing-masing tiga pemain. Sebelumnya FIFPro telah lebih dulu mengumumkan kandidat untuk posisi kiper dan bek. Sedangkan untuk kandidat striker baru akan diumumkan pada 1 Desember 2014.FIFA FIFPro World XI ditentukan melalui pemungutan suara yang melibatkan ribuan pemain profesional dari seluruh dunia. Mereka akan memilih satu kiper, empat bek, tiga gelandang, dan tiga striker.


Nominator gelandang terbaik FiFPro:

Toni Kroos (Jerman/Real Madrid CF)

Luka Modric (Kroasia/Real Madrid CF)

James Rodriguez (Kolombia/Real Madrid CF)

Andrea Pirlo (Italia/Juventus FC)

Paul Pogba (Perancis/Juventus FC)

Arturo Vidal (Chile/Juventus FC)

Xabi Alonso (Spanyol/FC Bayern München)

Bastian Schweinsteiger (Jerman/Bayern München)

Xavi Hernandez (Spanyol/FC Barcelona)

Andres Iniesta (Spanyol/FC Barcelona)

Cesc Fabregas (Spanyol/Chelsea FC)

Eden Hazard (Belgia/Chelsea FC)

Angel Di Maria (Argentina/Manchester United FC)

Yaya Toure (Pantai Gading/Manchester City FC)

Mesut Oezil (Jerman/Arsenal FC)

SHARE

# gelandang terba
Read More ->>

15 Pemain Sepakbola dengan Free Kick Terbaik



1. Juninho Pernambucano (Brazil)








Juninho Pernambucano adalah salah satu pemain dengan kemampuan tendangan bebas terbaik yang pernah ada di dunia sepakbola. Mantan pemain timnas Brazil ini mencapai puncak karirnya di klub Prancis, Olympique Lyon di mana ia berhasil membawa Lyon menjuarai Liga Prancis selama 7 tahun berturut-turut. Juninho berperan besar dengan mencetak banyak gol lewat tendangan bebas. Kiper sekelas Iker Casillas dan Victor Valdez pernah dibuat tak berkutik lewat eksekusinya. Golnya ke gawang Barcelona di Liga Champions 2008 disebut-sebut sebagai eksekusi terbaiknya.



2. David Beckham (Inggris)








Pemain yang satu ini sudah mencapai tingkat kepopuleran yang luar biasa. David Beckham dikenal publik dunia sebagai selebriti lapangan hijau. Salah satu senjata terbesar Beckham adalah kemampuannya dalam melakukan tendangan bebas. Mulai dari Manchester United, Real Madrid, AC Milan, LA Galaxy hingga timnas Inggris telah merasakan servis free kicknya. Eksekusi tendangan bebasnya ke gawang Yunani di kualifikasi Piala Dunia 2002 sering disebut sebagai eksekusi terbaiknya dalam melakukan free kick.



3. Roberto Carlos (Brazil)




Pemain ini merupakan salah satu bek kiri terbaik yang pernah ada. Semasa aktif bermain, Roberto Carlos dikenal berkat tendangan gledeknya yang biasa ia peragakan saat mengambil eksekusi tendangan bebas. Ia juga kerap memeragakan banana shot dari situasi free kick di mana ia memelintir bola untuk mengubah arah bola yang kerap mengelabui kiper lawan. Eksekusi terbaiknya dan mungkin eksekusi tendangan bebas terbaik yang pernah ada adalah saat Roberto Carlos mencetak gol spektakuler ke gawang Prancis pada 1998. Saat itu bola yang tampaknya mengarah keluar lapangan tiba-tiba berbelok secara drastis dan masuk ke gawang Fabian Barthez yang hanya terpaku melihat gawangnya dijebol.




4. Alessandro Del Piero (Italia)










Alessandro Del Piero sudah bisa disebut sebagai legenda Juventus dan Italia. Salah satu keahlian terbesarnya adalah saat melakukan tendangan bebas. Banyak gol yang ia cetak lewat situasi free kick. Tendangan bebas terbaik Del Piero mungkin saat ia menjebol gawang AS Roma beberapa tahun yang lalu di mana tendangan keras terarahnya mampu memukau penonton yang melihatnya.




5. Sinisa Mihajlovic (Serbia)


Legenda Serbia ini kini menjabat sebagai pelatih. Semasa masih aktif sebagai pemain, Sinisa Mihajlovic berposisi sebagai pemain belakang. Meski begitu ia sering mencetak gol. Hal ini tak lepas dari kemampuannya dalam melakukan tendangan bebas. Ia kerap mencetak gol-gol krusial dari situasi free kick. Bahkan dalam suatu pertandingan, Mihajlovic pernah mencetak hatrick alias tiga gol yang kesemuanya dicetak melalui free kick.



6. Andrea Pirlo (Italia)








Salah satu playmaker terbaik yang ada dunia. Dikenal lewat kemampuannya membangun serangan sebagai playmaker. Kemampuan lain Andrea Pirlo adalah lewat situasi set piece terutama tendangan bebas. Sejak masih bermain bersama AC Milan hingga di Juventus dan timnas Italia, Pirlo selalu menjadi eksekutor tendangan bebas. Ia menjawabnya dengan gol-gol indah dari situasi free kick.


(lihat Profil Lengkap Andrea Pirlo)


7. Cristiano Ronaldo (Portugal)










Cristiano Ronaldo merupakan pemain yang komplit. Free kick merupakan salah satu keahliannya. Dalam melakukan tendangan bebas, Cristiano Ronaldo memilki trade mark tersendiri. Trade mark ini ia bangun di Manchester United dan makin berkembang di Real Madrid. Ia melakukan tendangan bebas yang khas yang membuat arah bola susah ditebak kiper lawan. Dan jika pada akhirnya kiper bisa menebak arah bola, tetap saja sulit untuk menghalau bola tendangan Ronaldo yang sangat kencang. Free kick Ronaldo ke gawang Portsmouth saat masih membela Manchester United bisa dibilang sebagai karya terbaiknya dalam urusan tendangan bebas.


8. Ronaldinho (Brazil)



Maestro dribble sepakbola yang juga sangat ahli dalam melakukan eksekusi bola mati. Ronaldinho yang mencapai puncak karir bersama Barcelona kerap mencetak gol fantastis dari situasi free kick. Meski begitu gol pertamanya yang mengguncang dunia terjadi di Piala Dunia 2002 setelah tendangan bebasnya dari sudut sempit dan jauh secara tidak sengaja menjebol gawang Inggris yang dijaga David Seaman.



9. Wesley Sneijder (Belanda)










Bisa dibilang eksekutor tendangan bebas terbaik di Belanda. Wesley Sneijder sudah menunjukkan keahliannya melaukan free kick semasa masih bersama Ajax hingga saat berkostum Inter Milan di mana ia banyak meraih kesuksesan. Sneijder yang kini bermain di Galatasaray kerap mencetak gol-gol penting berkat keahliannya melakukan eksekusi tendangan bebas



10. Shunsuke Nakamura (Jepang)



Pemain asal Jepang ini memang bisa dibilang sebagai maestro free kick dari Asia. Shunsuke Nakamura kerap meneror gawang lawang lewat eksekusi tendangan bebasnya yang mematikan. Eksekusi terbaiknya adalah saat ia membobol gawang klub sekelas Manchester United semasa Nakamura masih memperkuat Glasgow Celtic di Liga Champions.




11. Rogerio Ceni (Brazil)


Tidak salah jika seorang kiper masuk dalam daftar ini. Rogerio Ceni memang berposisi sebagai penjaga gawang, namun ia tetap konsisten mencetak gol tiap musimnya bersama klubnya, Sao Paolo melalui tendangan penalti dan tendangan bebas. Total ia telah mencetak lebih dari 70 gol. Kemampuannya dalam melakukan free kick memang spesial. Tak salah jika ia dinobatkan sebagai kiper tersubur di dunia mengalahkan Jose Chilavert dari Paraguay yang memiliki kemampuan yang sama dalam melakukan tendangan bebas.


12. Fransesco Totti (Italia)








Fransesco Totti juga dikenal berkat kepiawaiannya dalam melakukan tendangan bebas. Ia selalu menjadi pilihan pertama di AS Roma dalam melakukan eksekusi bola mati. Totti membalas kepercayaan tersebut dengan mencetak gol-gol penting. Totti juga rutin mencetak minimal 10 gol tiap musimnya bagi AS Roma.




13. Darijo Srna (Kroasia)



Kapten timnas Kroasia, Darijo Srna juga ahli dalam urusan melakukan tendangan bebas. Menghabiskan sebagian besar karirnya di Shakhtar Donestk, Srna kerap mencetak gol indah lewat eksekusi tendangan bebasnya yang memang spesial. Ia juga kerap mempersembahkan gol bagi timnas Kroasia.



14. Christian Chivu (Rumania)



Bek yang pernah memperkuat Ajax, AS Roma dan Inter Milan ini memang sering menjadi eksekutor free kick di tiap tim yang dibelanya. Christian Chivu memang memiliki kemampuan tendangan bebas di atas rata-rata. Kemampuan kaki kirinya kerap menghasilkan gol-gol dari situasi bola mati.


15. Frank Lampard (Inggiris)







Tendangan bebas merupakan salah satu keahlian Frank Lampard. Bersama Chelsea, Lampard telah mencetak banyak gol yang beberapa di antaranya ia cetak lewat tendangan bebas. Lampard terkenal lewat tendangan bebas kerasnya yang kerap menembus pagar betis yang dibangun lawan.



Itulah 15 Pemain Spesialis Tendangan Bebas (Free Kick) Terbaik. Pemain-pemain tersebut selalu menjadi eksekutor tendangan bebas di timnya berkat kemampuannya mencetak gol lewat situasi bola mati.


Read More ->>

11 Kiper yang Mencetak Gol Terbanyak

Didalam sepakbola, biasanya tugas kiper hanya menjaga gawangnya agar tidak kebobolan oleh gol. Tapi ada juga kiper yang mempunyai insting untuk menyerang, entah itu dari titik penalti, dari tendangan bebas atau tendangan sudut. IFFHS (International Federation of Football History & Statistics). telah mencatat siapa kiper kiper yang mempunyai catatan prestasi dalam hal mencetak gol, disana ada kiper José Luis Félix Chilavert, Jorge Campos dll. Berikut daftar nama kiper pencetak gol terbanyak yang telah dicatat oleh IFFHS.

1. Rogério Ceni (Brazil), Club : São Paulo FC, Gol : 79 (Penalti : 33 - Non Penalti: 46)


2. José Luis Félix Chilavert (Paraguay), Club : CA Peñarol
Montevideo, Gol : 62 (Penalti : 45 - Non Penalti : 17) *


3. René Higuita (Colombia), Club : C de F Deportivo Rionegro, Gol : 41 (Penalti : 37 – Non Penalti : 4)


4. Jorge Campos (Mexico), Club : Puebla FC, Gol: 40 (Penalti : 9 – Non Penalty : 31)*


5. Álvaro Misael Alfaro (El Salvador), Club : CD Isidro Metapán, Gol : 31 (Penalti : 20 – Non Penalti : 11)


6. Johnny Martín Vegas (Peru), Club : Sport Ancash Huaraz, Gol : 31 (Penalti : 26 – Non Penalti : 5)
[no pic]

7. Dimitar Ivankov (Bulgaria), Club: Kayserýspor, Gol : 30 (Penalti : 30)


8. Hans-Jörg Butt (Deutschland), Club : Sport Lisboa e Benfica, Gol : 28 ( Penalti : 28)


9. Marco Antonio Cornez (Chile), Club : Deportes Iquique, Gol : 24 (Penalti : 24)*


10. Dragan Pantelic (Jugoslavia), Club : FK Radnicki Nis, Gol : 22 (Penalti : 21 – Non Penalti : 1)*


11. Žarko Lucic (Crna Gora), Club : FK Mladost Podgorica, Gol : 21 ( Penalti : 21)
Read More ->>

Rabu, 11 Februari 2015

10 Defender Terbaik di Piala Dunia 2014



David Luiz (Brasil)





Pemain Chelsea ini akan menjadi defender termahal di dunia begitu

ia meresmikan transfernya ke PSG, yang dilaporkan bernilai 5

0 juta poundsterling.


Pemain asal Brasil ini juga impresif kala bermain untuk negaranya,

membuat Dante harus mengalah dalam kompetisi untuk

memperebutkan tempat utama di dalam tim. Ada kalanya Luiz hilang

konsentrasi di daerah pertahanan, namun tak diragukan lagi ia punya

kemampuan olah bola yang baik untuk menghindarkan tim dari

ancaman serangan lawan.






Gary Cahill (Inggris)





Lagi-lagi pemain Chelsea masuk dalam daftar defender terbaik di

Piala Dunia 2014.


Cahill otomatis merupakan pemain bertahan terbaik yang dimiliki

oleh Inggris semenjak Rio Ferdinand dan John Terry memutuskan

untuk pensiun dari dunia Internasional. Ia punya kemampuan

membaca serangan lawan dengan baik dan mahir dalam mengantisipasi

bola crossing yang dikirimkan ke area penalti.


Piala Dunia Brasil akan menjadi yang pertama bagi Cahill. Mampukah ia

memenuhi harapan rakyat Inggris?






Pepe (Portugal)





Siapa yang tak kenal Pepe. Pemain bertahan milik Real Madrid ini

dikenal dengan wataknya yang keras di atas lapangan hijau.


Permainannya ngotot dan pantang menyerah. Secara kualitas ia

mungkin tak lebih baik dari Cahill atau Luiz, namun permainan

atraktif yang ia tunjukkan di atas lapangan mungkin akan membuat

Portugal merasakan manfaat positif di Brasil nanti.






Laurent Koscielny (Prancis)





Bersama Per Mertesacker, pemain asal Prancis ini membangun

tembok pertahanan yang hebat di Arsenal sepanjang musim lalu

di Premier League.


Koscielny punya kemampuan mengambil posisi dengan tepat

untuk menghalau serangan lawan secara maksimal. Aksinya

bersama Gunners kemungkinan akan membuat pelatih Didier

Deschamps menyandingkannya dengan Mamadou Sakho atau

Raphael Varane di jantung pertahanan Prancis di Brasil nanti.






Giorgio Chiellini (Italia)





Pemain milik Juventus ini bakal menjadi salah satu tembok kokoh

Italia untuk menghalau serangan Uruguay, Inggris, dan Kosta Rika

di fase grup Piala Dunia Brasil.


Berusia 29 tahun, Chiellini tengah memasuki fase penampilan

terbaiknya. Ia juga tengah berada dalam kondisi percaya diri

usai menghantar Juve meraih scudetto mereka yang ketiga

secara beruntun di Serie A.


Meski demikian, keikutsertaannya dalam skuat Azzurri sempat

memicu kontroversi lantaran sang pemain sempat tersandung

masalah indisipliner di atas lapangan.






Mats Hummels (Jerman)





Hummels kerap didengungkan sebagai salah satu target utama

Manchester United di bursa transfer untuk menggantikan kapten

lama mereka, Nemanja Vidic, yang sudah hengkang ke Internazionale

secara free transfer.


Namun usaha untuk mendatangkan sang defender jelas tak akan

mudah. Borussia Dortmund, klub yang ia bela sekarang, tahu bahwa

bukan perkara mudah menemukan pemain bertahan yang jago

menghalau serangan udara dan juga piawai mempertahankan

penguasaan bola seperti Hummels.






Gerard Pique (Spanyol)





Meski baru saja menjalani musim nir gelar bersama Barcelona,

Pique terbukti sudah menjadi bagian penting dari Spanyol dalam

beberapa tahun terakhir.


Ia membantu negaranya memenangkan Piala Dunia di Afrika Selatan,

empat tahun silam. Sang bek juga memegang peranan penting atas

sukses La Furia Roja di Euro 2012. Kini, ia akan berusaha keras

melupakan memori kelam bersama Barca musim lalu dan sekuat

tenaga membantu Spanyol memenangkan trofi penting mereka yang

keempat semenjak tahun 2008.






Vincent Kompany (Belgia)





Kompany menjadi kapten Manchester City ketika mereka menjadi

juara Premier League yang kedua kalinya dalam tiga tahun terakhir.

Ia juga akan dipercaya menjadi pemimpin tim kuda hitam, Belgia,

di Piala Dunia Brasil.


Defender yang punya fisik besar dan kuat ini lihai dalam membaca

serangan lawan dan memotong operan penting yang kerap

membahayakan daerah pertahanan sendiri.






Sergio Ramos (Spanyol)





Ramos sudah empat kali dipilih masuk dalam tim terbaik dunia pilihan

FIF Pro. Hebatnya lagi, kini ia masih berusia 28 tahun, namun sudah

mencatatkan lebih dari 100 caps untuk negaranya.


Gol yang ia cetak ke gawang Atletico Madrid di Final Liga Champions

bulan lalu disebut-sebut sebagai alasan utama mengapa Real Madrid

bisa menjadi juara dan menuntaskan obsesi mereka akan La Decima.

Banyak pihak di Spanyol bahkan kini menjagokannya untuk meraih

trofi Ballon d'Or.


Well, hal tersebut tak mustahil andai Ramos mampu tampil impresif

di Brasil nanti.






Thiago Silva (Brasil)





Defender milik PSG ini merupakan pemain bertahan termahal dunia

saat ini, usai ia dibeli oleh kubu Paris dari AC Milan dengan harga 36

juta poundsterling dua musim silam.


Penampilannya hebat dan amat konsisten. Akurasi operannya juga

luar biasa, kadang tak kalah hebat dengan seorang gelandang tengah.


Neymar bisa jadi merupakan harapan utama Brasil di Piala Dunia 2014,

namun peran sang kapten di lini belakang juga akan menentukan apakah

Brasil sukses melupakan memori kelam yang mereka alami di

Piala Dunia 1950 silam.
Read More ->>

10 Kiper Terbaik Di Dunia



Penjaga gawang memang posisi yang tidak seglamor posisi lainnya di dalam sepakbola. Lingkup daerahnya yang hanya terbatas pada gawang dan kotak penalti membuatnya hanya menjadi pusat perhatian saat timnya diserang, atau kala ia membuat kesalahan yang mengakibatkan kekalahan.


Namun bukan berarti kiper harus dipandang sebelah mata. Belakangan beberapa kiper juga sudah membuktikan kalau mereka juga bisa membuat posisi itu menjadi menarik dan atraktif.


Sebut saja kiper Meksiko Jorge Campos yang merancang sendiri kostumnya yang warna-warni, atau Rene Higuita dari Kolombia yang tampil eksentrik.


Tetapi untuk menentukan kiper terbaik bukan hanya dilihat dari warna kostum, atau kemampuan menarik perhatian para penonton. Kriteria utama tentunya prestasi yang diraih bersama klub, penghargaan individual, dan juga kehebatan mencegah terjadinya gol di gawang mereka.


Oleh sebab itu, GOAL.com Indonesia mencoba mencari sepuluh kiper terbaik sepanjang masa bagi para pembaca. Agar adil, kami bagi dua pilihannya dari kiper yang telah pensiun, dan kiper yang masih aktif bermain hingga saat ini.


Berikut adalah pilihan kami sesuai dengan abjad nama mereka.



1. Dida (Brasil)
Setelah Claudio Taffarel, Dida menjadi kiper baru asal Brasil yang diperhitungkan dalam dunia sepakbola. Hal itu terbukti saat dirinya menjadi kiper pertama dari tim Samba yang termasuk dalam kandidat peraih Ballon d’Or di tahun 2003 dan 2005.


Biarpun Dida telah memenangkan Piala Dunia bersama Brasil, dan berbagai gelar domestik & internasional bersama AC Milan, sayangnya ia juga dikenal akibat beberapa insiden yang kurang baik. Yang terakhir adalah saat ia pura-pura jatuh dan terluka saat disentuh oleh seorang suporter Glasgow Celtic di pertandingan Liga Champions.



2. Dino Zoff (Italia)
Piala Dunia 1982 menjadi puncak prestasi Zoff. Di usianya yang ke-40, ia menjadi pemain tertua yang memenangkan Piala Dunia. Selain itu, ia juga menjadi kiper kedua yang menjadi kapten di tim yang juara, dan juga terpilih menjadi kiper terbaik.


Padahal di awal karirnya, ia sempat ditolak oleh Inter Milan dan Juventus karena dianggap kurang tinggi. Di jajak pendapat untuk mencari kiper terbaik di abad ke-20 yang dilaksanakan oleh Federasi Internasional Statistik dan Sejarah Sepakbola (IFFHS), Zoff berada di posisi ketiga di bawah Lev Yashin (Uni Soviet) dan Gordon Banks (Inggris).





3. Edwin van der Sar (Belanda)
Saat van der Sar memblok tendangan Nicolas Anelka di final Liga Champions, ia benar-benar menjadi momok bagi pemain Chelsea saat adu penalti. Hal itu karena di ajang Community Shield sebelumnya, ia juga telah melakukan hal yang sama dengan menepis semua tendangan penalti yang dilakukan pemain The Blues.


Van der Sar menjadi pemain yang paling banyak membela tim nasional Belanda dengan tampil sebanyak 128 kali dan akhirnya pensiun setelah Euro 2008. Ia juga mencatatkan dirinya sebagai kiper yang menjuarai Liga Champions bersama dua klub yang berbeda, yaitu Ajax Amsterdam dan Manchester United.





4. Gianluigi Buffon (Italia)
Nilai transfer yang menjadikannya kiper termahal di dunia menjadi bukti kepiawaian Buffon (foto) menjaga gawang di lapangan hijau. Selain itu, sederet gelar individual yang diraihnya dari berbagai pihak juga menjadi jaminan atas kemampuannya.


Saat di Piala Dunia 2006, gawangnya tidak tertembus satu gol pun selama 453 menit hingga akhirnya Azzurri menjadi juara dan Buffon mendapatkan Lev Yashin Award sebagai kiper terbaik selama turnamen tersebut.





5. Gordon Banks (Inggris)
Banks menjadi pilihan pertama manajer Inggris Sir Alf Ramsey saatThree Lions menjuarai Piala Dunia 1966. Namun, ia baru menjadi legenda di dunia sepakbola lewat tindakan yang dilakukannya empat tahun kemudian di Piala Dunia Meksiko.


Saat Inggris bertanding melawan Brasil, Pele menanduk bola ke tiang jauh gawang Inggris sambil berteriak “Gol!”. Hal itu dilakukannya karena ia sangat yakin Banks tidak dapat menyelamatkan gawangnya.


Tetapi Banks yang berada dalam posisi yang salah, berhasil melompat ke arah yang berlawanan dan menyentuh bola tersebut dengan sebagian ibu jarinya hingga bola itu mental melewati mistar gawang.


Sang kiper tahu ia dapat menyentuh bola, namun berpikir bolanya masih melewati garis gawang. Ia baru sadar tidak terjadi gol setelah mendengar sambutan dari penonton di stadion dan diselamati oleh kapten Bobby Moore. Pele sendiri mengatakan kalau penyelamatan yang dilakukan Banks tersebut adalah yang terhebat yang pernah ia saksikan.





6. Iker Casillas (Spanyol)
Ia baru berusia 27 tahun, tetapi telah tampil lebih dari 300 kali bagi Real Madrid dan menjadi kiper kedua yang bermain paling banyak bagi tim nasional Spanyol setelah Andoni Zubizarreta. Saat Spanyol menjuarai Euro 2008, Casillas menjadi kiper pertama yang menjadi kapten di tim juara turnamen Eropa.


Walaupun ia baru bermain di tim senior Madrid sejak 1999, ia kelihatannya selalu menjadi pilihan pertama Los Merengues di bawah mistar. Di usianya yang ke-19, Casillas menjadi kiper paling muda yang tampil di final Liga Champions saat Madrid mengalahkan Valencis 3-0.





7. Lev Yashin (Uni Soviet)
Pemain legendaris ini merupakan kiper yang berada di urutan paling atas dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh IFFHS. Yashin terpilih berkat kemampuan atletisnya dan juga postur tubuhnya yang membuat gentar para pemain penyerang lawan.


Ia mendapat julukan Laba-Laba Hitam karena selalu mengenakan kostum hitam dan juga karena keahliannya menepis tembakan lawan seolah-olah membuatnya memiliki delapan tangan.


Pemakaian namanya oleh FIFA untuk penghargaan bagi kiper terbaik di setiap Piala Dunia merupakan pengakuan insan sepakbola dunia terhadap prestasinya.





8. Peter Schmeichel (Denmark)
Tinggi besar, rambut pirang, dan hidung merah. Tiga hal tersebut adalah hal yang selalu tampil di ingatan bila nama Schmeichel disebut. Namun bagi para striker yang menjadi lawan Manchester United dan tim nasional Denmark, The Great Dane itu menjadi tembok raksasa yang tak dapat ditembus.


Tingkat refleksnya yang mengagumkan bagi orang seukuran dia, serta kemampuannya mengubah pertahanan menjadi penyerangan langsung lewat lemparan jauhnya ke para penyerang, menjadi salah satu alasan utama mengapa United menjadi tim yang mendominasi Liga Primer Inggris di era 90an.





9. Petr Cech (Republik Ceko)
Ketika Chelsea menjadi juara Liga Primer selama dua kali berturut-turut, banyak pihak menganggap itu adalah akibat dari tangan dingin Jose Mourinho. Tetapi yang berada di bawah mistar The Blues adalah Cech, yang baru dibeli dari Rennes dan tadinya akan dijadikan cadangan Carlo Cudicini.


Saat Cech harus absen selama tiga bulan akibat benturan dengan pemain Reading Stephen Hunt, Chelsea gagal mempertahankan gelar Liga Primer. Insiden tersebut membuat Cech harus mengenakan pelindung kepala hingga sekarang.


Cech menjadi kiper terbaik 2008 pilihan UEFA, dan walaupun sempat membuat blunder di Euro 2008 saat melawan Turki, ia tetap menjadi pilihan pertama di tim nasional Republik Ceko dan juga Stamford Bridge.





10. Rinat Dasayev (Uni Soviet)
Bila tidak ada trio Belanda Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco van Basten, bisa jadi tim Uni Soviet yang akan menjadi juara di Euro 1988. Dasayev tampil cemerlang selama berlangsungnya turnamen di Jerman, dan hanya Gullit dan tendangan volley van Basten yang mampu mematahkan perlawanan Soviet di final.


Dasayev yang dijuluki “Tirai Besi” dianggap sebagai kiper terbaik kedua di Rusia setelah Yashin. Ia tampil di tiga Piala Dunia dan bermain sebanyak 91 kali bagi tim nasional Soviet hingga pensiun di tahun 1990.


Terakhir ia tampil di Luzhniki Stadium saat final Liga Champions Mei lalu dengan membawa piala tersebut ke lapangan. Hal itu berkaitan dengan tugasnya sebagai duta final itu di Moskwa.
Read More ->>

Text

Text 2

Total Visitor


web widgets
Blogger Widgets

widget

flag

Flag Counter

Weather


counters

Follower

online

FEATLIST

futsall and fotball player blog

About

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.